Di sana sini golongan itu kebingungan,
ketidaktentuan, tersesat di beberapa simpang, kadang-kadang hilang tunggangan,
akhlaq tidak dimiliki, kuasa pun tak berapa ada, ilmu masih di luaar jangkaan,
mereka berteriak, melolong, mencari teman, kawan si penunjuk jalan,
bila tapak kaki si alim kedengaran, mereka ucap ahlan wasahlan,
si alim meluah segala pengetahuan, biar mereka terlepas dari ikatan kesesatan,
tapi malang si alim, Allahu ta'ala menguji si hambaNya akan kekuatan,
si sesat jalan berkata "aneh sungguh cara mu si alim" di saat si alim bertahan dengan Iman,
si sesat jalan mulai bercelaka, berhujah, meludah-ludah akan bantuan si alim,
kata mereka "benarkah ini cara nenek kita?" "nenek tidak pernah menutur ceritera sekian dan sekian",
akhirnya dengan tuduhan, fitnah menghembur, si alim ditekan-tekan,
mereka kata "orang alim ini sesat jalan" mereka kata "berhati memberi bantuan, bekalan sendiri tak ketahuan",
si alim berta'awwuz dengan Tuhan, merintih-rintih meminta pertolongan,
si alim bertutur dengan Kalam Allah, berhujah dengan sunnah RasulNya, berdiam atas ihsan,
namun kisah benar sukar jadi ikutan, Allah Rasul tiada jadi ukuran,
kerna mereka itu tersesat jalan, dituduh si alim yang tandus alasan, padahal mereka tiada kasihan,
kalam insan jadi penegak, siang malam walau sedetik, kalam nenek moyang tunjang ikutan,
si alim berdarah hatinya, terkopak jiwanya, pilu nalurinya, berjalan keluar dengan tuduhan,
tidak mengapa, Allah taala menguji hambaNya, teguh mana syariat dan iman,
si sesat jalan terus tersesat dengan ilmu moyangnya, bungkusan syariat ilhamnya, dan sedikit firman Tuhan,
mereka kata "apakah si alim berhukum islam? Membawa kisah memecah ummah. Dari bumi sampai tanah, tidak didapati di muka sejarah, tidak terdengar di hikayat zaman",
si sesat tergopoh mentafsir, menistakan kata si alim, menggilis selumat-lumat, menjahanamkan kebenaran, menohmah, memfitnah, menggoyang-goyangkan ketelusan, mencerca dan terus mencerca...
mencerca dan terus mencerca.
Merealitikan sebuah fantasi
-
Selepas thunami besar melanda Aceh, Indonesia, kini lain pula thunaminya.
Bukan thunami musibah, tetapi hadiah. Thunami filem Islami yang kini giat
diper...
5 hours ago




